Rabu, 16 Mei 2012

Cara Menolak yang Baik


Kita boleh aja nggak punya perasaan yang sama ke orang yang nyatain perasaan ke kita. Tapi jangan jadi sok kegantengan atau ngerasa yang paling cantik di dunia. Nggak boleh sombong. Kita harus tetep ngejaga pearasaan. Gimana caranya? Nih, NYUNYU kasih tau. Mungkin bisa kamu aplikasikan!

1.       
Jaga Intonasi Berbicara
Oke, kamu emang nggak suka tapi bukan berarti bisa semena-mena. Sama kayak kamu, orang lain juga punya perasaan. Dia udah ngumpulin segenap keberanian,tuh, buat nyatain perasaannya ke kamu, apresiasi dikit, dong. Jaga intonasi bicara, pelan, lembut, tapi tegas. Jangan ngebentak atau jutek. Misalnya, “Maaf, ya, aku nggak bisa sama-sama kamu. Aku lagi nggak kepikiran untuk pacaran, apalagi sama kamu. Aku nggak tertarik sama sekali. Maaf, ya..” (sambil senyum dan puk-puk kepalanya).
2.       Traktir
Setelah momen penolakan, kamu hibur dia dengan cara nraktir. Nyatain perasaan itu nggak gampang, lho. Butuh energi, tenaga, dan persiapan yang mateng. Setelah nyatain, pasti dia laper atau seenggaknya aus karena energinya baru aja kebuang. Itung-itung bikin dia senenglah setelah kamu tolak. Seenggaknya dia punua momen kenangan sama kamu. Ntar kan dia bisa cerita ke temen-temennya, “Walaupun ditolak, gua nggak sedih-sedih amat, soalnya abis itu gua ditraktir tempe mendoan sama dia. So sweet, ya?”.
3.       Kenalin Pacar
Kalo kamu bingung memilih kata apa yang nggak nyakitin, nggak usah dipaksain ngomong. Langsung aja kenalin pacar kamu ke dia. Nggak perlu panjang lebar, urusan kelar.
Kamu sendiri pernah punya pengalaman nolak nggak? Cara kamu gimana? Mungkin cara kamu lebih spektakuler. Yuk, di-share. Kwuk!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar